Ilmu Kimia Tidak untuk Pembantaian Massal

Miris mendengar bahwa di Suriah yang tengah bergolak, senjata kimia telah disebarkan ke tengah-tengah penduduk.  Senjata itu telah membantai ribuan warga sipil –termasuk ribuan anak-anak, wanita dan lansia– dalam waktu singkat.  Gas syaraf yang terhirup orang-orang yang sedang tidur di malam hari itu telah mematikan syaraf yang mengatur pernafasan, sehingga korban seperti tercekik, dan akhirnya menemui ajalnya.

Andaikata para ilmuwan Islam di masa lalu mengetahui bahwa teknologi yang dikembangkannya digunakan untuk tujuan laknat seperti itu, tentu mereka akan menyesal, dan memusnahkan ilmu itu sebelum jatuh ke tangan orang-orang durjana.  Manusia tanpa iptek akan terjajah.  Manusia tanpa Islam akan menjajah.  Hanya manusia yang dipimpin oleh Islam dan menguasai iptek akan membebaskan dunia dari penjajahan.

Para ilmuwan Islam mengembangkan ilmu dan teknologi kimia untuk mengubah peradaban.  Sebelumnya, ilmu kimia dipraktekkan campur aduk dengan mistik oleh para tukang sihir.  Berabad-abad para tukang sihir dari segala penjuru juga mencari “batu bertuah” yang konon berkhasiat dari untuk membuat ramuan yang dapat memperpanjang umur sampai untuk mengubah belerang menjadi emas.  Andaikata para alkimiawan (demikian julukan ahli kimia berbau sihir pada masa itu) berhasil, niscaya dinar emas tidak berharga lagi, karena mudah dibuat dari benda-benda lain.

Namun pada masyarakat Islam, profesi tukang sihir semacam itu lambat laun tersingkir.  Nabi mengatakan, “barangsiapa mendatangi tukang sihir lalu membenarkan kata-katanya, maka tertolak shalatnya 40 hari”.  Muncullah para kimiawan yang bekerja dengan cara-cara rasional dan eksperimental serta dapat dirunut segala langkahnya dalam menciptakan material yang baru.

Jabir ibn Hayyan (Geber, 715-815) diakui oleh banyak orang sebagai “Bapak Ilmu Kimia”, karena jasanya memperkenalkan metode ilmiah eksperimental dan juga lebih dari 20 macam peralatan laboratorium seperti alat destilasi, kristalisasi, purifikasi, oksidasi, evaporasi, filtrasi dan kristalografi, seperti dalam bukunya Kitab al-Istitmam.

Jabir adalah juga orang pertama yang menemukan berbagai jenis asam, ketika sebelumnya orang hanya mengenal cuka.  Jabir menemukan asam nitrat, asam sulfat, asam klorida, asam asetat, asam citrat dan sebagainya.  Beberapa unsur juga ditemukan oleh Jabir, seperti Arsen, Antimon dan Bismuth.  Dialah orang pertama yang menggolongkan belerang dan air raksa sebagai unsur kimia.

Dalam Buku tentang Mutiara yang Tersembunyi, Jabir menuliskan 46 resep untuk membuat gelas berwarna, juga 12 resep tentang produksi mutiara buatan dan penghilangan warna dari batu mulia.

Pada 864-925 Muhammab bin Zakariya ar-Razi (Rhazes) menulis berbagai alat yang ditemukan olehnya dan pendahulunya (Calid, Geber, al-Kindi) seperti pembakar, tabung reaksi, pelebur substansi dan sebagainya.  Dialah yang pertama kali menuliskan rincian berbagai proses kimia seperti kalsinasi (al-tasywiya). Pelarutan atau solusi (al-tahlil), sublimasi (al-tas’id), amalgamasi (al-talghim), cerasi (al-tasymi), dan metode untuk mengubah substansi menjadi pasta atau padatan lunak.

Ar-Razi menggolongkan bahan kimia dalam: empat-spirits (air raksa, sal-amoniak, arsenik dan belerang), empat logam (emas, perak, tembaga, besi, timah, timbal dan air raksa), tiga belas batuan, tujuh borates dan tiga belas garam-garaman.  Dia juga menulis berbagai substansi buatan seperti timbal-oksida, tembaga-asetat, tembaga-oksida, besi-asetat (bahan baja), sodium-hydroksida, dan sebagainya.  Dalam bukunya Kitab sirr al-asrar (Buku tentang rahasia dari rahasia) Ar-Razi juga menulis tentang nafta atau minyak bumi dan cara menyulingnya menjadi minyak bakar atau minyak lampu.

Ar Razi juga seorang dokter.  Ketika memilih tempat untuk membangun rumah sakit di Baghdad, dia meletakkan beberapa potong daging di berbagai lokasi.  Lokasi di mana daging itu paling lambat membusuk adalah lokasi ideal untuk dipilih sebagai tempat rumah sakit.  Dalam bukunya itu ia juga menulis tentang teknik membuat antiseptik dan sabun.

Pada tahun 1000-1037 dunia kimia diwarnai oleh Ibnu Sina (Avicenna) yang menemukan proses kimia untuk mengekstrak esensi dari zat wangi (fragrances) atau dari minyak.  Teknik ini digunakan di pabrik parfum dan minuman.  Dia juga menemukan termometer udara yang dipakai dalam laboratoriumnya.

Sementara itu teori transmutasi logam (yang berabad-abad dipercaya para penyihir sehingga mereka mencari batu bertuah untuk mengubah besi menjadi emas), ditolak oleh Al-Kindi, juga Al-Biruni, Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun.  Teori transmutasi itu memang tidak ilmiah.

Pada abad-13, Nasiruddin al-Tusi memaparkan versi awal dari hukum konservasi massa (sering salah disebut hukum kekekalan massa), dengan menuliskan bahwa materi mungkin berubah wujud, tetapi tidak akan musnah.

Will Durant menulis dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith: “Chemistry as a science was almost created by the Moslems; for in this field, where the Greeks (so far as we know) were confined to industrial experience and vague hypothesis, the Saracens introduced precise observation, controlled experiment, and careful records. They invented and named the alembic (al-anbiq), chemically analyzed innumerable substances, composed lapidaries, distinguished alkalis and acids, investigated their affinities, studied and manufactured hundreds of drugs. Alchemy, which the Moslems inherited from Egypt, contributed to chemistry by a thousand incidental discoveries, and by its method, which was the most scientific of all medieval operations.”

(Kimia adalah ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh kaum muslim; ketika untuk bidang ini orang-orang Yunani tidak memiliki pengalaman industri dan hanya memberikan hipotesis yang meragukan, sementara itu para ilmuwan muslim mengantar pada pengamatan teliti, eksperimen terkontrol, dan catatan yang hati-hati.  Mereka menemukan dan memberi nama alembic (al-anbiq), menganalisis substansi yang tak terhitung banyaknya, membedakan alkali dan asam, menyelidiki kemiripannya, mempelajari dan memproduksi ratusan jenis obat.  Alkimia yang diwarisi kaum Muslim dari Mesir, menyumbangkan untuk kimia ribuan penemuan insidental, dari metodenya, yang paling ilmiah dari seluruh kegiatan di zaman pertengahan).

Oleh: Dr. Fahmi Amhar

Suplemen Aktivis: PENYAKIT II, KUSTA

Setelah bulan kemarin kita membahas penyakit KUDIS. Untuk bulan ini, rubrik “Suplemen Aktivis”, akan membahas penyakit yang biasanya menghinggapi para aktivis pengemban dakwah, yaitu (jeng jeng jeng jeng #bunyi backsound)…udah ketahuan dari judul sih (#garuk-garuk kepala), nggak usah ditulis lagi. He (#nyengir). Let’s take a look honey! (^.<)!

KUSTA. Kurang Strategi. How can you lead other people if you can not lead yourself. Orang yang tidak punya strategi dalam hidupnya, maka dia telah kalah sebelum sempat bertarung. Digilas dengan sangat mudah oleh perputaran zaman.

Kata ‘strategi’ adaah turunan dari kata dalam bahasa Yunani, straregos. Yang dapat diterjemahkan sebagai ‘komandan militer’. Namun, akhirnya kata ini merembes keberbagai bidang. Seperti bisnis, olahraga, ekonomi, pemasaran, manajemen dan lainnya. Termasuk dalam dakwah juga. Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan management untuk mencapai suatau tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja., melainkan harus menunjukkan bagaimana teknik (cara) operasionalnya. Apa kalian piker dalam dakwah tidak ada yang namanya strategi?

Pertama-tama yang kita pikirkan untuk menjalankan strategi dakwah adalah, WHO? Siapa da’i atau siapa penyampai pesan dakwahnya. Otomatis kalian sudah tahu jawabannya. SAYS WHAT? Pesan apa yang disampaikan. Apakah berbobot-yang dapat meningkatkan taraf berpikir seseorang dan bangkit dari keterpurukan- atau hanya sekedar kata-kata penyejuk telinga. IN WHICH CHANNEL? Media apa yang digunakan. Lisan atau tulisan. Kedua media tersebut terdapat beberapa peraturan yang harus diperhatikan. TO WHOM? Siapa mad’unya atau pendengarnya. Di sini kadang letak kekeliruannya. Kadang, para aktivis intelektual menggunakan bahasa ke-intelektualannya kepada orang-orang awam yang tinggal di dusun atau pedesaan terpencil. Jangankan mau mengerti istilah ribet dalam kamus, bahasa Indonesia saja masih kewalahan. Apakah kalian ingin dikatakan orang hebat, pintar, cerdas dan sebangsanya? Semua itu percuma! Toh mereka tidak ada yang mengerti. Sukses tidaknya pesan yang ingin kalian sampaikan kepada pendengar, diukur dari seberapa pahamnya mereka dengan apa yang kalian sampaikan. WITH WHAT EFFECT? Efek apa yang diharapkan. Tentu saja pemahaman dari apa yang kalian sampaikan. Pemahaman itu, bukan sesuatu yang disimpan dalam kepala. Dan, jika perlu dibuka. Tapi, sebuah efek kognitif, berhubungan dengan pikiran atau penalaran, sehingga khalayak yang semula tidak tahu, yang tadinay tidak memahami, yang tadinya bingung menjadi merasa jelas, paham dan tergerakkan.

Pentingnya strategi dakwah adalah untuk mencapai tujuan, sedangkan pentingnya suatu tujuan adalah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Karena berhasil tidaknya kegiatan dakwah secara efektif banyak ditentukan oleh strategi dakwah itu sendiri. Strategi seperti apa yang kita gunakan untuk mengubah sikap, opini atau pandangan dan perilaku (to change the attitude, opinion and behavior) yang salah di masyarakat. Dan memperbaikinya dengan perspektif Islam.

Juga harus punya strategi yang membuat kita tetap bertahan dan tidak mudah goyah dengan berbagai macam halangan dan rintangan yang membentang. Tak jadi masalah dan juga tidak dijadikan sebagai beban pikiran yang mengganggu.

Strategi utama yang harus kalian miliki dalam menyadarkan umat, adalah memberitahukan apa akar masalah dari semua masalah yang terjadi. Ingat, standar benar dan salah harus sesuai dengan hokum syara. Masalah utama yang harus kita beri tahukan kepada umat adalah penegrtian dari apa itu yang dimaksud ‘masalah’. Seperti apa kategori yang dipakai untuk menyatakan sesuatu itu masalah atau bukan. Kalau para pengemban dakwahnya saj tidak tahu masalah itu apa, bagaimana mau menyelesaikan masalah. Menyelesaikan masalah problematika umat.

Masalah adalah ketidaksesuaian atau adanya kesenjangan antara realita dengan Islam (hokum syara). Itu baru disebut masalah. Kenapa barometernya dengan Islam? Karena Islam adalah agama yang benar dan merupakan mabda yang di mana semua peraturannya dapat mensejahterakan semua manusia. Baik Muslim maupun non Muslim. Baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Tidak ada yang didzolimi dan mendzolimi. Telah dibuktikan selama kurang lebih 14 abad. Di sinilah tugas kita. Mengarahkan masyarakat melihat masalah yang terjadi dengan perspektif Islam. Bukan dengan melihat penguasa itu telah membuat miskin masyarakat, membuat sakit masyarakat, membuat menderita masyarakat dan lainnya. Itu semua hanya kaibat. Bukan sebab. Kalau akibatnya yang diselesaikan terlebih dahulu, maka sampai kiamat pun tidak akan selesai.

Strategi dakwah, tetaplah sebuah strategi jika tidak diaplikasikan dalam perbuatan. Banayk para aktivis yang mengetahui strategi dakwah, namun tidak mengerti cara mengaplikasikannya. Akhirnya, strategi yang sudah dirancang dangan bak tidak berguna sama sekali. Kebalikannya juga ada. Bergerak sembarangan tak tentu arah., karena tidak memiliki strategi dakwah. Akhirnya, geraknya terlalu berat tapi tidak ada hasil yang didapat. Walaupun dapat, sangat jauh dari target. Sangat disayangkan.

Dikutip dari buku “Benturan aktivis” by Clash @Anomali

Suplemen Aktivis: Penyakit I, KUDIS

Ano…bukannya ini rubrik “Suplemen Aktivis”? kok yang dikasih penyakit sih?

Eto…bagaimana menjelaskannya ya?

Begini saja, baca aja terus tulisan di rubrik ini dan teman-teman pasti bakal ngeh maksud dari tulisan ini! Inti dari tujuan rubrik ini adalah menjadikan teman-teman aktifis yang baca tulisan ini bisa menjadikan solusi dari penyakit-penyakit ini sebagai suplemen kalian dalam menjalani aktifitas apalagi jika kalian adalah aktivis lembaga dakwah. So, makan aja ni tulisan ya! Dozo…minna!

Oke-oke, alasannya diterima! Tapi…KUDIS? Emang aktivis lembaga kampus bisa terserang penyakit ini ya? Saking sibuknya jadi lupa mandi, gitu?

Ahahaha! Bisa jadi! Bisa jadi! KUDIS di sini bukan dalam arti yang sebenarnya! Tapi,…

         KURANG DISIPLIN!! Datang paling lambat, pulang paling cepat. Inilah salah satu ciri orang yang akan binasa dalam arus kehidupan yang tidak mengenal kasihan.

Imam Syafi’I berkata, “Bukan kematian yang kutakuti, tapi menyia-nyiakan waktu yang kutakuti. Karena kematian hanya memutuskanku dengan dunia. Tapi, menyia-nyiakan waktu memutuskanku dengan Allah dan Surga-Nya”. Sesuai dengan karakternya. Perkataan tetaplah perkataan. Tidak ada gunanya jika kalian tidak memahami kemudian mengamalkannya.

Disiplin dalam penggunaan waktu perlu dan sangat-sangat perlu diperhatikan. Ingin mengetahui orang sukses dengan orang gagal, lihatlah seperti apa mereka menghabiskan waktunya. Waktu yang sudah berlalu tidak mungkin dapat kembali lagi. Hari yang sudah lewat tidak akan dating lagi. Demikian pentingnya waktu sehingga berbagai bangsa di dunia mempunyai ungkapan yag menyatakan penghargaan terhadap waktu. Orang Inggris mengatakan ‘waktu adalah uang’. Orang Arab mengatakan ‘waktu adalah pedang’ atau ‘waktu adalah peluang emas’. Dan orang Indonesia mengatakan ‘sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna’. Tapi, yang diimplementasikan dalam kehidupannya. ‘waktu adalah karet’. Jargon yang dijadikan pegangan semua warganya. Saking banyaknya yang mempertahankan kebiasaan buruk tersebut, para revolusioner pun ikut berpartisipasi di dalamnya. Kurang menganggap berharga sebuah waktu.

Apa kalian ingin tahu seperti apa berharganya sesuatu yang disebut waktu? Jika kalian ingin tahu berharganya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tidak naik kelas. Ingin tau berharganya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi premature. Ingin tahu berharganya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan. Ingin tau berharganya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu. Ingin tau berharga waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang. Dan jika kalin ingin tau berharganya watu SEDETIK, tanyakan pada para atletik lari. Selisih angka 1 detik saja, dapat membuat latihanny berbulan-bulan jadi tak berguna. Dan, jangan tanyakan berharganya waktu pada dirimu. Karena ku yakin, kamu sudah melupakan atau bahkan tidak tahu jawabannya! Benar tidak?

Semboyan yang cocok untuk kalian sepertinya ‘waktu adalah pedang’. Tapi, meskipun waktu adalah pedang, kalian tidak pernah merasakan bahwa sewaktu-waktu kalian bisa terpenggal. Masih banyak menjalani waktu tanpa rencana. Menghabiskan waktu tanpa kesadaran menciptakan sejarah. Menjalani waktu seolah lahir, besar, tua dan mati tanpa dituntut pertanggung jawaban. Yahh.. sejarah hanya akan mencatat dengan tinta emas, orng-orang luarbiasa yang menggunakan waktunya untuk sesuatu yang berharga dan bermanfaat.

Kemampuan dalam memaksa diri sendir untuk melakukan hal-hal yang kita tau seharusnya kita lakukan, entah kita menyukainya atau tidak. Itulah yang disebut disiplin. Jangan terlena dengan nuansa santai. Dia akan melahap waktumu tanpa kamu sadari. Diam, namum mencekam. Tenang, tapi menghanyutkan.

Perlu kalian ketahui, keteledoranmu, keleletanmu, kekurang-disiplinanya kamu, membuat kami menghabiskan waktu sia-sia untuk menunggu bocah tidak berguna sepertimu. Bagiku, menunggu bukan pekerjaan yang mebosankan. Tapi, aktivitas yang menghambat terlaksananya aktivitas lain. Menghancurkan susunan agenda yang ada. Membuat kinerja orang-orang di sekitar kalian tidak optimal. Kenapa harus menutup Black Holl yang kalian buat? Yang lebih parahnya, penyakit itu kalian tularkan kepada orang-orang yang berusaha mengatur waktunya dengan baik. Penyakit yang kalin derita ini, bukan hanya mematikan kalian. Tapi mematikan orang di sekitar kalian.

Tidak ada alasan atas keterlambatan! Mencari-cari alasan atas keterlambatan, sama saja dengan mengkomplekskan keteledoran. Semakin sering membuat alasan, berarti memupuk subur keterlambatan bin kekurangdissplinan dalam diri. Ia seperti penyakit yang mampu menghancurkan karir seseorang. Ia seperti racun yang membuat seseorang terlihat kerdil, kemudian dilabeli pemalas. Tidak nyama jika dating lebih awal. Fenomena ini disebabkan karena terlambat sudah mendarah daging dalam hidupnya. Orang-orang dengan kebiasaan ini tidak lagi mengenal kata disiplin. Ia telah terlalu terbiasa menjalankan rutinitasnya, yaitu terlambat. Layaknya sebuah penyakit paling kronis sekalipun, terlambat masih punya obat. Jika penderitanya memiliki tekad sekuat baja untuk merubahnya. Serta, mampu membagi waktu sedetail mungkin. Sehingga tidak sedetikpun terlewatkan tanpa manfaat. Cobalah! Moga-moga bisa!

Dikutip dari buku “Benturan aktivis” by Clash @Anomali

“APRIL MOP…!” DAN DIBANTAILAH RIBUAN MUSLIM SPANYOL

 Gambar              Suka nonton Sponge Bob Squarepants? Jika ya, maka pasti deh melekers ingat betul salah satu seri filmnya di mana Sponge Bob berteriak, “April Moooop!” sehabis ngerjain teman-temannya seperti Patrick, Squidworld, dan lainnya. bukan hanya Sponge Bob yang tertawa gembira setelah April Mop, semua orang di seluruh pojok dunia juga demikian. Hahaha.

                Apaan sich April Mop itu? biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, ngerjain guru, ngusilan orang tua, bohongin adik atau kaka, atau sejenisnya di mana yang sang target gak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya, sang target jika sudah sadar kena April Mop maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

                Beberapa tahun terakhir, budaya April Mop ini sepertinya semakin aGambarkrab dengan kehidupan masyarakat kita, terutama remaja dan kawula muda yang hidup di daerah perkotaan. Jauh-jauh hari menjelang tanggal 1 April, mereka biasanya sudah sibuk mencari-cari keisengan apa yang akan dilakukan dan siapa orang yang akan dijadikan targetnya. Bahkan tak jarang, modus keisengan yang akan dilancarkan dibahas dulu dengan teman satu kelompok. Gilanya, banyak yang merancang keisengan ini dengan keseriusan yang sungguh-sungguh. Seakan 1 April adalah hari dimana keisengan harus berjalan dengan begitu sempurna dan akurat, zero tolerance bagi kesalahan. Jika berhasil ngisengin sang target, maka yang didapat adalah rasa puas yang plong banget.

                Sebenarnya kapan April Mop mulai dikenal di Indonesia? Tidak ada yang tahu pasti kapan dan siapa yang mengimpor budaya ini. Namun, mengingan budaya April Mop berasal dari Barat, maka tersangka utamanya adalah orang-orang Barat yang datang ke Indonesia. Walaupun tidak sebegitu popular dibandingkan dengan perayaan tahun baru atau hari kasih sayang, budaya April Mop dalam dua decade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil nanti ada acara teve, Reality Show, berjudul April Mop dan yang sebagainya.

                Jika sekarang kebanyakan hanya dilakukan oleh kawula muda kota-kota besar, maka bukan mustahil ke depan juga dilakukan oleh remaja-remaja yang hidup di kampong dan dusun. Apalagi masyarakat kita terkenal sebagai masyarakat latah, yang mudah sekali meniru semua kebudayaan yang berbau Barat.

                Ironisnya, itu dilakukan tanpa dengan mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau malah sebaliknya. Jujur saja, banyak dari kita yang masih menyimpan rasa rendah diri terhadap orang-orang bule. Sesuatu yang memang pernah dilakukan penjajah Belanda dalam tempo berabad-abad lamanya, yang menanamkan perasaan rendah diri orang Indonesia, inlandeer, terhadap superioritas bangsa kulit putih.

                Sebab itu, April Mop dipercaya akan cepat akrab di masyarakat kita dalam tahun-tahun ke depan. Untuk itu ada baiknya kita memahami dengan benar, apa sih yang sesungguhnya dumaksud dengan April Mop yang di Barat sana lebih dikenal sebagai “The April’s Fool Day”? Apa sih latar belakangnya sehingga dirayakan oleh dunia Barat sejak dulu? Jika kita sudah memahami apa itu April Mop, maka terserah kepada kita masing-masing, apakah masih akan merayakannya, atau memilih untuk meninggalkannya seraya menyebarluaskan pemahaman yang benar kepada teman-teman kita sendiri. Itu berpulang kepada diri masing-masing.

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut,Gambar ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk music, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tentram seperti itu berlangsung hampir 6 abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimkan sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyo. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alcohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Music diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spnyol. Lama kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Pendudk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masuh bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah itu maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentera Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentera salib bertahan dan terus sembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketiak para tentara salib itu membakari rumah-ruamh tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggalam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anakGambarnya yang masih kecil-kecil. Sedangkan tentara salib itu telah mengeping mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Denman buas tentara salib terus membunuhi warga sipil yang sam sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah merah kehitam-hitaman. Tragedy ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool day).

Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu danberbohong epada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itu, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedy yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudara seimannya disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedy tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

Wahai saudaraku sesama Muslim andmelekers, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa sebenarnya yang melatar-belakangi perayaan yang diadakan dunia Barat tiap 1 April itu? Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua.

(DIKUTIP DAN DIUBAH SEPERLUNYA DARI BUKU

VALENTINE DAY, NATAL, HAPPY NEW YEAR,

APRIL MOP, HALLOWEEN SO WHAT?

KARYA RIZKI RIDYASMARA)

 

Wanita —> Feminsme —> Emansipasi

Gambar Bulan April. Kalau kita Tanya orang Nasrani mereka akan bilang April MOP!!!! Namun jika kita Tanya perempuan yang berpakaian mentereng dengan segala tetek bengek aksesoris untuk mendukung penampilan wanita karir maka dia akan menjawab: EMANSIPASI WANITA!! Dan jika berbicara tentang emansipasi wanita, maka eksistensi Feminisme pun tidak boleh terlupakan sebagai pencetus emansipasi wanita ini.
Kaum Feminis dengan ide kesetaraan gender itu muncul karena ketidakpuasan kaum wanita diberbagai zaman dan peradaban Barat dahulu hanya dijadikan kaum kelas dua dan diperlakukan sebagai budak tanpa kasih sayang. Wanita menuntut kesetaraan yang tidak diberikan oleh agama dan Negara mereka saat itu, juga tidak diakomodasi tradisi patriarkis ala Barat. Emansipasi kemudain muncul, kesetaraan gender digelar, bendera Feminisme dikibarkan. Ternyata harapan wanita agar ia sama seperti lelaki dalam segala hal, bukannya berakhir pada hasil yang memuliakan wanita, tapi berujung kepada penghancuran martabat wanita itu sendiri, karena menjauhkan bahkan mengingkari fitrah. Feminisme sukses merusak wanita yang harusnya jadi tiang keluarga.
Akar masalah wanita dari awal adalah ketidak setaraan. Mereka dianggap sebagai warga kelas dua karena masyarakat saat itu melihat keunggulan ada pada kekuatan, kekuasaan, uang dan kedigdayaan. Segala atribut yang lelaki banget. Masalah ini terus ada walaupun feminisme dikibarkan dan genderisme digelar. Ternyata wanita Barat yang memulai paham ini salah kaprah dan malah menuntut agar wanita dan lelaki dikompetisikan dalam kekuatan, kekuasaan, uang dan kebahagiaan lain yang berstandar materi. Tentunya itu gak wanita banget!
Akhirnya yang muncul hanyalal ketimpangan. Wanita harus bekerja supaya tidak terjajah secara ekonomi, berperan di wilayah kepemimpinan politik agar bisa menentukan nasib mereka sendiri, boleh melakukan kenikmatan-kenikmatan yang selama ini dianggap monopoli pria, seperti merokok, minum minuman keras, atau menikmati pergaulan bebas. Pokoknya, apapun yang bisa dilakukan lelaki, ata snama emansepasi, perempuan juga bisa.
Hasilnya sudah bisa diduga, pos-pos yang seharusnya dikawal oleh wanita ditinggalkan. Sendi-sendi keluarga keropos karena ditinggal tiang utamanya. Wanita tiada beda dengan lelaki, sama-sama jadikan harta sebagai sumber kebahagian sehingga terus menerus di luar rumah. Tiada lagi sempat untuk pikirkan mengsuh anak, mengatur rumah tagga, bahkan mengandung anak pun sulit terpikir. Mengapa?? Karena wanita tidak mau dijajah lagi untuk kesekian kalinya.
Padahal bila kita perhatikan, emansipasi kebablasan ala feminisme dan genderisme tidak mengantarkan wanita kecuali dalam perlombaan yang pasti akan dimenangkan lelaki. Yaitu, perlombaan cari harta, kedudukan, dan kenikmatan syahwat. Parahnya lagi, karena sampai sekarang feminisme dan genderisme selalu gagal dalam memanusiakan wanita dan memuliakannya, akhirnya agama yang kembali disalahkan sebagai penyebab. Agama dituding sebagai instrument yang menghambat kemajuan wanita. Bila telunjuk feminisme dan genderis ditujukan pada agama selain Islam, mungkin betul. Bila itu diarahkan pada Islam, jelas salah alamat. Karena islam justru satu-satunya agama yang memuliakan wanita. Islam satu-satunya agama yang mengangkat martabat wanita.
Islam tidak seperti sistem patriarkis sekuler yang menjadikan wanita selalu di belakang lelaki karena berlomba dalam jalur yang sama untuk mengejar harta, takhta, dan cinta yang pasti akan didominasi oleh lelaki. Dalam Islam, ridho allah yang menjadi tujuan, memungkinkan lelaki dan wanita mencapainya dengan caranya sendiri, berlomba dengan jalurnya masing-masing. Lelaki dan wanita tidak berkompetisi di jalur yang sama tapi berkompetisi di jalur kebaikan yang berbeda. Karena lelaki dan perempuan memang berbeda.Gambar
Islam memberi jalur beribadah kepada wanita dengan kelebihan-kelebihan yang Allah berikan buat wanita, bukan beradu dengan pria yang Allah beri kelebihan yang berbeda. Karena itulah, dalam pandangan Islam, lelaki dan wanita sama harkatnya di hadapan Allah, tiada berbeda karena lelaki dan wanita memang makhluk yang sama-sama diciptakan oleh Allah. Pada saat yang sama, Islam juga membedakan fitrah lelaki dan wanita. Sebagai konsekuensinya, Islam juga memberikan hukum yang berbeda kepada lelaki dan wanita dalam rangka beribadah kepada Allah.

 

Hukum Ikhtilath dan Bahayanya

GambarAssalamu’alaikum ya akhii ya ukhtii
Kita sebagai seorang Muslim baik itu, mahasiswa, aktivis organisasi, wirausahawan dan lain-lain sering mengikuti/mengadakan events sebagai bentuk ke’eksistensi’an kita. Namun, tahu atau tidak, sadar atau tidak, kita sering terperangkap mengikuti acara yang ada unsur ikhtilath di dalamnya.
Apa sih Ikhtilath itu?

Ikhtilath artinya bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahromnya) di suatu tempat secara campur baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dan wanita itu, misal bicara, bersentuhan, berdesak-desakan, dll (Said Al Qahthani, Al Ikhtilath, hlm. 7). Contoh ikhtilath, para penumpang laki-laki dan perempuan dalam bus Trans Jakarta. Pada jam-jam sibuk para penumpang itu dipastikan akan berdesak-desakan. Kondisi seperti itu disebut ikhtilath. Contoh lainnya, misalkan di sebuah restoran, dalam satu meja ada laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, mereka makan dan ngobrol bersama. Ini juga ikhtilath. Ikhtilath hukumnya haram dan merupakan dosa menurut syariah (Hukum Islam), meskipun disayangkan kita, kaum muslimin banyak yang melakukannya. Mungkin itu karena ketidaktahuan mereka akan hukum Islam, atau mungkin karena terpengaruh oleh gaya hidup kaum kafir dari Barat yang serba boleh, yang tidak mengindahkan halal haram. Benar tidak?
Kriteria Ikhtilath dan Keharamannya
Pertama, adanya pertemuan (ijtima’) antara laki-laki dan perempuan di satu tempat yang sama, misalnya di gerbong kereta yang yang sama, di ruang yang sama, dan seterusnya. Kedua, terjadi interaksi (ittishal, khilthah) antara laki-laki dan perempuan, misalnya berbicara, saling menyentuh, bersenggolan, berdesakan, dan sebagainya. Namun, jika perempuan dan laki-laki duduk berdampingan di suatu bus angkutan umum, tapi tidak terjadi interaksi apa-apa, maka kondisi itu tidak disebut ikhtilath (hukumnya tidak apa-apa, insyaAllah). Tapi kalau di antara mereka lalu terjadi interaksi, misalnya perbincangan, kenalan, dan seterusnya, maka baru disebut ikhtilath (haram hukumnya ya!). Sebaliknya kalau di antara laki-laki dan perempuan terjadi interaksi, misalnya berbicara, tapi melalui telepon, maka tidak disebut ikhtilath karena mereka tidak berada di satu tempat atau tidak terjadi pertemuan (ijtima’) di antara keduanya. Namun, untuk kehati-hatian, sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan ya jika bukan karena perkara penting! Memang tidak bertemu, namun tidak menutup kemungkinan interaksi yang terjadi di dalamnya mengakibatkan kita melanggar syariah karena membicarakan hal yang tidak seharusnya diketahui seseorang yang bukan mahrom kita.
Mengapa ikhtilath diharamkan? Karena melanggar perintah syariah untuk melakukan infishal, yaitu keterpisahan antara komunitas laki-laki dan perempuan. Dalam kehidupan Islami yang dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW di Madinah dahulu, komunitas laki-laki dan perempuan wajib dipisahkan dalam kehidupan, tidak boleh campur baur. Misalnya, dalam shalat jamaah di masjid, shaf (barisan) laki-laki dan perempuan diatur secara terpisah. Demikian pula setelah selesai shalat jamaah di masjid, Rasulullah SAW mengatur agar jamaah perempuan keluar masjid lebih dahulu, baru kemudian jamaah laki-laki. Pada saat Rasulullah SAW menyampaikan ajaran Islam di masjid, laki-laki dan perempuan juga terpisah. Ada kalanya terpisah secara waktu (hari pengajiannya berbeda), ada kalanya terpisah secara tempat (Taqiyuddin An Nabhani, An Nizhamul Ijtima`i fil Islam, hlm. 35-36).
Namun demikian, ada perkecualian. Dalam kehidupan publik, seperti di pasar, rumah sakit, sekolah, dan sebagainya, laki-laki dan perempuan dibolehkan melakukan ikhtilath, dengan 2 syarat, yaitu; Pertama, pertemuan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan itu untuk melakukan perbuatan yang dibolehkan syariah, seperti aktivitas jual beli, belajar mengajar, merawat orang sakit, melakukan ibadah haji, dan sebagainya. Kedua, aktivitas yang dilakukan itu mengharuskan pertemuan antara laki-laki dan perempuan. Jika tidak mengharuskan pertemuan antara laki-laki dan perempuan, hukumnya tetap tidak boleh. Sebagai contoh ikhtilath yang dibolehkan, adalah jual beli. Misalkan penjualnya adalah seorang perempuan, dan pembelinya adalah seorang laki-laki. Dalam kondisi seperti ini, boleh ada ikhtilath antara perempuan dan laki-laki itu, agar terjadi akad jual beli antara penjual dan pembeli. Ini berbeda dengan aktivitas yang tidak mengharuskan pertemuan laki-laki dan perempuan. Misalnya makan di restoran. Tak ada keharusan untuk terjadinya pertemuan antara laki-laki dan perempuan supaya bisa makan di restoran. Maka hukumnya tetap haram seorang laki-laki dan perempuan janjian untuk bertemu dan makan bersama di suatu restoran (Taqiyuddin An Nabhani, An Nizhamul Ijtima`i fil Islam, hlm. 37).
Perlu diperhatikan juga, di samping dua syarat di atas, tentunya para laki-laki dan perempuan wajib mematuhi hukum-hukum syariah lainnya dalam kehidupan umum, misalnya kewajiban menundukkan pandangan (ghaddhul bashar), yaitu tidak memandang aurat (QS An Nuur : 30-31), kewajiban berbusana muslimah, yaitu kerudung (QS An Nuur : 31) dan jilbab atau baju kurung terusan (QS Al Ahzaab : 59), keharaman berkhalwat (berdua-duaan dengan lain jenis) (HR Ahmad), dan sebagainya.
Gambar

Bahaya-Bahaya Ikhtilath
Banyak kitab karya para ulama yang khusus menerangkan bahaya-bahaya ikhtilath itu. Sesungguhnya ikhtilath adalah jalan yang memudahkan terjadinya berbagai kemaksiatan, antara lain:
1. Terjadinya khalwat, yaitu laki-laki yang berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahromnya. Sabda Rasulullah SAW,”Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan, karena yang ketiganya adalah syaitan.” (HR Ahmad).
2. Terjadinya pelecehan seksual, seperti persentuhan antara laki-laki dan perempuan bukan mahrom, dan sebagainya. Rasulullah SAW pernah bersabda,”Kedua mata zinanya adalah memandang [yang haram]; kedua telinga zinanya adalah mendengar [yang haram], lidah zinanya adalah berbicara [yang haram], tangan zinanya adalah menyentuh [yang haram], dan kaki zinanya adalah melangkah [kepada yang haram].” (HR Muslim). Rasulullah SAW juga melarang laki-laki dan perempuan berdesak-desakan. Maka dari itu pada masa Rasulullah SAW para perempuan keluar masjid lebih dulu setelah selesai shalat, baru kemudian para laki-laki. (HR Bukhari, no 866 & 870).
3. Terjadinya perzinaan, yang diawali dengan ikhtilath. Imam Ibnul Qayyim pernah berkata dalam kitabnya At Thuruqul Hukmiyyah,”Ikhtilath antara para laki-laki dan perempuan, adalah sebab terjadinya banyak perbuatan keji (katsratul fawahisy) dan merajalelanya zina (intisyar az zina).”Dan yang lebih mengerikan lagi, jika zina sudah merajalela di suatu negeri, maka akan terjadi kerusakan atau bencana umum bagi sebuah negeri. Sabda Rasulullah SAW,”Tidaklah merajalela perbuatan zina di suatu kaum, kecuali kematian pun akan merajalela di tengah kaum itu.” (HR Ahmad, dari ‘A`isyah RA). Maka dari itu, jelaslah ikhtilath adalah perbuatan buruk yang wajib kita jauhi. Jika tidak, berbagai kemaksiatan akan terjadi, dan bahaya kematian pun akan merajalela pula di tengah-tengah umat Islam. Nauzhu billah min dzalik.

Kalau memang bisa dihindari sebuah acara yang ada unsur ikhtilahtnya, maka hindarilah. Jika memang tidak bisa ditinggalkan, maka usahakan jangan melakukan interaksi yang bisa mengundang ikhtilath tersebut, ingat selalu kriteria ikhtilaht itu ya! Wassalamu’alaikum…

INDAH PADA WAKTUNYA BY ARISA ARISHIMA CHAPTER 2

           Sesampainya aku di rumah sakit tempat dirawatnya Mba Lina, betapa terkejutnya aku. Aku melihat seseorang yang mirip dengan Arini ada di sana dengan menggunakan pakaian pasien dan bersama seorang perawat di taman rumah sakit.

          “Arini…!!! Ini aku, Ririn!!! Arini!!!”, teriakku kepadanya.

          Tapi dia tidak mendengar panggilanku. Aku berusaha mengejar dia sambil memanggil namanya, tapi dia masih tidak mendengar panggilanku.

“Ririn!! Tunggu aku!!!”.  Seseorang memanggilku dari belakang yang terpaksa menghentikan langkahku saat aku benar-benar telah dekat dengan posisi orang yang mirip dengan Arini itu. ”Kamu mau kemana? Ruang Mba Lina belok ke sebelah kanan, bukan ke kiri!”, kata Nurul, teman sekamarku saat mengkos di tempat Mba Lina.

          “Oh ya? Belok ke kanan ya??”, jawabku untuk mengalihkan perhatiannya.

“Apa benar itu Arini? Bukannya dia pindah ke Jepang?? Lagipula sepertinya dia buta??”, tanyaku di dalam hati. “Ah, mungkin cuma  salah orang. Arini kana da di Jepang!!”, ucapku lagi dalam hati. Tapi sejak aku melihat orang itu, pikiranku jadi tidak karuan.

“Hei! Kamu ngelamunin apa? Kita sudah sampai di ruangan Mba Lina”, ucap Nurul membangunkan aku dari lamunanku.

“oh, iya!”, jawabku.

“Assalamu’alaikum!!!”, ucapku sambil membuka pintu kamar Mba Lina.

Betapa terkejutnya aku akan keadaan Mba Lina, dia terlihat begitu sakit. Di samping ranjangnya, ada seorang pria tampan dan jangkung duduk menungguinya.

“Wa’alaikumussalam!!”, jawab pria itu.

“Dia begitu terkejut ketika melihatku dan secara spontan mengucapkan sebuah nama……

“Merlin??”, ucap pria itu heran sekaligus terkejut.

“Siapa itu Merlin??”, tanyaku kepadanya.

“Oh, tidak apa-apa. Aku hanya terkejut melihat wajahmu yang sangat mirip dengannya”, jawabnya kepadaku.

“Tapi Merlin itu siapa???”, tanyaku lagi kepadanya.

“Merlin itu adikku, Rin!!”, sahut Mba Lina yang aku kira tidur.

“Jadi itu alasannya kenapa Mba Lina begitu baik sama Ririn?”, tanyaku lagi kepadanya.

“Salah satunya itu!!!”, jawabnya lemas.

Mendengar jawabannya itu, aku tidak berani lagi bertanya apa-apa karena aku tahu dia terlalu lelah untuk menjawab pertanyaan ku yang kalau tidak kuhentikan dari sekarang akan terus  keluar secara bertubi-tubi. Semuanya diam, hanya alat-alat kedokteran yang ada di dalam ruangan itu sajalah yang merupakan suara-suara merdunya.

Aku memberanikan diriku untuk bertanya kepada pria itu perihal hubungannya dengan Mba Lina. Karena selama aku mengkos di tempat Mba Lina, aku tidak pernah mendengar hal tentang pria itu apalagi melihatnya.

“Maaf, Mas ini siapanya Mba Lina ya?”, tanyaku kepadanya.

“Aku…, aku teman kuliahnya dulu!”, jawab pria itu.

“Oh…, sepertinya dekat ya??”, tanya Nurul juga memberanikan diri bertanya untuk mencairkan suasana yang sejak tadi sangat beku.

“Oh ya? Aku ini pacarnya Merlin sebelum dia meninggal dunia! Itulah yang membuatku akrab dengan Lina”, jawab pria itu pahit.

“Oh……! Lalu nama Mas siapa?”, Tanya Nurul lagi.

“Shut!! Jangan banyak tanya kamu Nurul. Nanti Mas-nya merasa terganggu oleh kita!”, ucapku kepada Nurul.

“Nggak apa-apa kok! Aku nggak merasa terganggu!! Perkenalkan, namaku Aditia, Aditia Ramadhan! Kalau kalian berdua siapa namanya?”

“Namaku Nurul, Nurul Huda! Salam kenal!!”

“Aku Ririn Anindya. Panggil saja Ririn! Oh ya, Mas Adit bilang kalau Mas adalah pacarnya Merlin, adiknya Mba Lina yang sudah meninggal. Memangnya Merlin meninggal karena apa? tanyaku lugu.

Wajah Mas Adit berubah drastic. Wajahnya berubah menjadi sangat sedih. Tiba-tiba dia menghampiriku, meraih tanganku dan menarikku keluar dari ruangan itu. di luar, dia mengatakan semua hal yang ingin ku ketahui dan semua hal yang disembunyikan oleh Mba Lina dariku selama ini.

“Maaf Mas, bukan mahrom!”, kataku kepadanya sambil melepaskan genggaman tangannya dariku.

“Maafkan aku! Aku teringat dengan Merlin!”, ucapnya kepadaku.

“Tapi jangan pegang-pegang tangan gitu juga dong!”, jawabku sewot.

“Ya, aku benar-benar minta maaf! Kalian berdua memang sangat mirip. Hanya saja yang membedakan kalian berdua adalah kamu berhijab-kerudung panjang hingga menutupi dada dan baju kurung yang menutupi seluruh tubuh/gamis- sedangkan Merlin tidak sempat berpakaian seperti ini!” terangnya kepadaku.

“Memangnya Mas Adit mau cerita tentang apa sampai harus keluar ruangan segala?”

“Tentang Merlin! Kamu tanya perihal kematian Merlin kepadaku kan? Aku hanya merasa tidak enak sja kepada Lina kalau harus menceritakan hal ini di hadapannya, meskipun dia sedang tidur!”

Mas Adit pun menceritakan perihal kematian Merlin kepadaku.

“Jadi Merlin meninggal karena kanker darah? Kanker darah itu penyakit keturunan kan? Jangan-jangan Mba Lina itu…”, omonganku terputus olehnya.

“Shut! Jangan keras-keras dong ngomongnya! Iya, Lina juga mengidap kanker darah seperti Merlin dan sekarng sudah stadium akhir!”

“Astagfirullah! Kasihan sekali Mba Lina!”

“Dan dokter bilang kalau umurnya sudah tidak lama lagi…”, sambungnya.

“Apapun yang dokter katakan, hidup dan matinya seseorang itu ada di tangan Allah!” sahutku bijak sambil masuk ke ruangan Mba Lina dan membacakan surah Yaasin bersama Nurul untuk kesembuhannya.

***

Malamnya, rasa penasaranku semakin memuncak saat teringat dengan orang yang aku lihat di taman rumah sakit tadi. Dan akhirnya kuputuskan untuk mencari tahu kebenaran hal itu ke bagian administrasi rumah sakit. Apa benar dia Arini? Gumamku dalam hati.

“Maaf Mba, pasien yang bernama Arini Wijaya Kusuma ada dirawat di sini?”, tanyaku kepada salah satu pegawai yang mengurusi bagian administrasi………

 

 

“Tunggu sebentar ya Mba, saya carikan dulu! A…rini, Arini…, nah siapa tadi Mba namanya?”, tanya pegawai itu padaku.

“Arini Wijaya Kusuma!”

“Ada Mba! Ruangan Melati nomor 7!”

“”Beneran Mba?” tanyaku tidak percaya.

“Iya, Arini Wijaya Kusuma kan? Ruangan Melati nomor 7!” tegas pegawai itu lagi kepadaku.

“Oh, terima kasih Mba!”, jawabku dan langsung menuju ruang tersebut.

***

          “Ruang Melati nomor 7…… nah ini dia!”

          Ku lihat seorang  gadis yang sedang tidur di atas kasur yang empuk tanpa ditemani oleh seorang pun untuk mengawasinya, dan memang, dia Arini, sahabatku yang selama ini ku cari. Banyak pertanyaan ang muncul di kepalaku tentang keberadaannya di sini saat ini. Bukannya dia pindah ke Jepang? Ku beranikan diri untuk masuk ke ruangannya dan menemuinya, sahabat yang sanagt aku rindukan.

          “KKRRTTT!”, suara pintu terbuka dan aku pun masuk ke dalam ruangan itu. dan alangkah kagetnya aku, karena ia terbangun dari tidurnya.

          “Siapa itu?”, tanyanya kepadaku.

          Aku kaget sekali, dugaanku ternyata benar, dia buta…

          “Aku…, aku Ririn, Ar…!”

          “Ririn? Bagaimana kamu bisa di sini?”

          “Bukannya kamu dan keluargamu pindah ke Jepang? Kenapa sekarang kamu ada di sini? Di Jakarta? Di rumah sakit ini? Apa yang terjadi denganmu Ar?”

          “Aku tanya, bagaimana kamu bisa ada di sini?”

          “Dan kenapa saat hari itu kamu marah-marah kepadaku? Salah aku apa? apa karena aku yang berada di posisi pertama? Bukankah kita sudah pernah berjanji agar tidak saling iri satu sam lain? Tapi kenapa…”

          “Cukup!! Kamu nggak salah Rin! Aku yang salah!”

          “Kamu yang salah? Salah apa?”

          “Aku memang iri denganmu! Tapi bukan karena masalah itu aku marah denganmu!”

          “Lalu apa?”

          “Karena pria yang aku sukai ternyata malah menyukai kamu!”

          “Pria? Siapa? Arman?”

          “Iya, Arman!”

          “Tapi aku nggak suka sam Arman! Nggak ada sedikit pun perasaan suka yang aku rasakan kepadanya! Jadi, Cuma itu yang membuatmu marah padaku?”

          “Ya!”

          “Jadi, karena itu kamu berbohong kepadaku kalau kamu dan keluargamu pindah ke Jepang? Untuk menghindariku? Semarah itukah kamu kepadaku?”

          “Bukan! Aku melakukannya agar ayahku tidak mengetahui keberadaanku dan ibuku saja! Dia selalu menyiksa kami! Ayahku jadi gila karena aku dan ibuku belajar tentang Islam, Rin!!”

          “Tapi kenapa kamu juga tidak memberi tahuku tentang perihal ayahmu kepadaku?”
          “ya…”, ucapanya terpotong.

          “DUAR!!”

          Aku membanting pintu ruangan itu dan pergi meninggalkannya di ruangan itu sambil menangis. Aku begitu marah kepaadanya. Kenapa dia tidak meneritakan hal itu kepadaku? Aku sahabatnya kan? Dia sendiri yang bilang aku sahabatnya. Tapi kenapa?

***

          “Kamu kenapa Rin?”, tanya Mas Adit –keluar dari ruangan Mba Lina- kepadaku yang sedang menangis tersegan-segan.

          “Nggak apa-apa kok Mas!”, sahutku.

          “Tapi kamu kayak habis nangis? Ada apa?”

          Tapi elektrokardiograf yang ada di ruangan Mba Lina berbunyi semakin cepat dan mengagetkan kami berdua.

          “Mba Lina!!”, teriakku spontan sambil masuk ke ruangan itu disusul Mas Adit.

          “Mba Lina? Mba Lina kenapa? Dokter! Dokter! Mas Adit cepat panggil dokter!!”, teriakku keras.

          “Rin, Mba mohon hiduplah dengan baik ya Rin! Mba titip kos-kosan Mba sama kamu. Dan kamu, Dit! Tolong jaga Ririn ya! Jaga dia seperti kamu menjaga Merlin!”, ucapnya sambil tersenyum.

          Aku dan Mas Adit saling bertatapan.

          “Mba ini ngomong apa? jangan bicara sperti itu! Mba nggak boleh menyerah kaya gini Mba! Ucap istighfar Mba! Aku percaya Mba pasti sembuh!”, ucapku mengingatkannya.

          “Mba sudah nggak kuat lagi Rin, sudah saatnya Mba pasrah pada takdir ini! Terkadang perjuangan demi perjuangan mutlak diperlukan kita dalam kehidupan ini, jika Allah melenggangkan kita melewati hidup tanpa hambatan, itu malah akan melumpuhkan kita. Kita tak akan sekuat apa yang bisa kita lakukan. Kita tak akan bisa terbang Rin! Takdir itu akan indah pada waktunya! Dan Mba telah merasakan indahnya takdir itu. dan untuk terakhir kali, Mba mohon tolong donorkan mata Mba kepada pasien buta yang menempati ruang Melati nomor 7! Dia sangat membutuhkan hal ini!”, ucapnya lirih.

          “Bagaimana Mba bisa tahu dengan pasien itu?”

          “Karena dia telah mengatakan hal yang sangat indah bagi Mba dan dia telah mengingatkan Mba betapa kufurnya Mba terhadap nikmanya Allah!”

          “Mba Lina…!”, tangisku tak bisa ku bending lagi.

          “La ilaha ilallah!”, bisikku kepadanya.

          “La ilaha ilallah!”, ucap Mba Lina terakhir kali sebelum dia menutup matanya untuk selamanya.

          “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un!” ucapku dan Mas Adit bersamaan dan  saat itulah dokter bersama perawat-perawatnya datang. Tapi itu semua percuma, Mba Lina sudah pergi, pergi untuk melanjutkan hidupnya yang baru di tahapan kehidupan manusia setelah meninggal.

***

          Aku kembali menemui Arini untuk minta maaf dan membawakan berita baik untuknya.

          “TOK! TOK! TOK!”, aku mengetuk pintu ruangannya.

          “Masuk!”, suara ibu Arini yang menjawab ketukan pintuku.

          Betapa terkejut dan senangnya aku ketika aku melihat Arini dan ibunya telah memakai jilbab.

          “Eh, kamu Rin? Kamu juga ada di Jakarta?”, tanya beliau kepadaku ramah.

          “Iya Tante, melanjutkan studi di sini. Ehm…, Ar, aku minta maaf atas pertengkaran kita kemarin malam ya? Aku benar-benar khilaf, Ar!”

          “Nggak apa-apa kok, Rin! Itu memang salhku. Kenapa Cuma karena hal sepele aku harus menjauhimu dan tidak menceritakan perihal ayahku kepadamu! Aku juga minta maaf ya?”, tanyanya kepadaku.

          “Iya, sama-sama. Jadi, kalian sudah jaid muallaf?”, tanyaku kepada mereka.

          “Iya Rin! Alhamdulillah!”

          “Alhamdulillah! Senangnya aku mendengar hal itu! Oh ya Ar, apa yang terjadi denganmu sehingga kamu jadi seperti ini?”

          “Itu semua karena sebuah kecelakaan yang terjadi ketika Arini pulang kuliah. Dia ditabrak lari oleh sebuah mobil dua bulan yang lalu! Oleh sebab itu, sekarang Arini masih menjalani masa pemulihan di rumah sakit ini!”, jelas ibunya panjang lebar.

          “Astagfirullahalazim, Ar! Kasihan sekali kamu! Tapi, aku punya berita baik untukmu!”

          “Berita apa Rin?”

          “Seseorang yang pernah kamu ingatkan tentang betapa banyaknya nikmat yang telah Allah beriakn kepada kita, sebelum dia meninggal, dia berpesan kepadaku bahwa dia ingin mendonorkan matanya untukmu sebagai tanda terima kasihnya atas jasamu yang telah menyadarkannya tentang hal itu.”

          “Maksudmu?”

          “Dia itu pemilik kos-kosan yang aku tinggali dan kemarin dia telah meninggal dunia.”

          “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un!” ucap Arini dan ibunya.

***

          Setelah hari itu, kehidupanku mulai berubah menjadi lebih baik. Mata Mba Lina yang didonorkan kepada Arini telah memberikan cahaya baru untuk hidup Arini. Hubunganku dengannya pun menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan yang paling menyenangkan, dia dan ibunya telah menjadi muallaf. Kos-kosan Mab Lina yang telah diamanahkan kepadaku juga berjalan dengan lancar. Hidupku pun tambah sempurna ketika Mas Adit datang melamarku dan aku menerimanya. Keluargaku pun pindah ke Jakarta agar aku dapat dekat dengan mereka karena pekerjaan Mas Adit yang mengharuskan kami berdomisili di Jakarta. Memang, pada akhirnya, takdit itu indah pada waktunya.

          Aku teringat sebuah tulisan yang pernah aku baca…

 

          Aku mohon kebijakan…

       Dan Allah memberiku berbagai problem untuk dipecahkan.

       Aku mohon kemurahan hati…

       Dan Allah memberiku berbagai kesempatan.

       Aku mohon keberanian…

       Dan Allah memberiku bahaya untuk diatasi.

       Aku mohon kekuatan…

       Dan Allah memberiku kesulitan demi kesulitan supaya aku kuat.

Aku mohon kemakmuran…

Dan Allah memberiku otak dan otot untuk bekerja.

Aku mohon cinta…

Dan Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ditolong

Aku tak mendapat apa pun yang aku inginkan

Aku menerima apa pun yang aku butuhkan.

 

OWARI

Udah selesai nih Melekers cerpen punya Arisa…

Gimana? keren tak cerpennya?

kalo enggak, menginspirasi tak?

Arisa harap iya ya…

Arisa cabut dulu ya…

ditunggu komen dan reviewnya…

wassalamu’alaikum…:)